
JAKARTA – Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menorehkan kebanggaan dengan terpilih sebagai salah satu dari 23 Sentra Kekayaan Intelektual (KI) perguruan tinggi se-Indonesia yang diundang secara khusus oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum. Kepercayaan ini menyejajarkan inovasi UAD dengan kampus terkemuka tingkat nasional lainnya, seperti Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Gadjah Mada.
Undangan prestisius ini diberikan untuk menampilkan prototipe dan invensi unggulan dalam pameran
National Patent Marketplace pada ajang Forum Bisnis Paten Indonesia (FBPI) 2026 yang berlangsung pada 3 – 5 November 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC). Acara yang mengusung tema “Paten Penggerak Ekonomi Kerakyatan” ini menjadi panggung pembuktian bahwa hasil riset sivitas akademika UAD memiliki kualitas unggul dan nilai komersial yang layak didemonstrasikan langsung kepada calon mitra industri, investor, serta pengguna teknologi.
Difasilitasi oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), UAD memberangkatkan tiga orang delegasi yang dikoordinasikan oleh Dra. Sudarmini, M.Pd. Keikutsertaan ini telah berhasil mewujudkan target luaran strategis institusi, yakni terpromosikannya karya paten kampus secara nasional, terjalinnya komunikasi langsung dengan calon mitra, dan teridentifikasinya peluang kerja sama untuk hilirisasi paten di masa depan.
Melalui pencapaian dan partisipasi aktif dalam ajang bergengsi ini, diharapkan visibilitas serta nilai ekonomi dari hasil invensi Universitas Ahmad Dahlan dapat terus meningkat secara signifikan. Momentum pameran nasional ini sekaligus diharapkan mampu memacu semangat para dosen dan peneliti di lingkungan UAD untuk terus melahirkan inovasi mutakhir yang tidak hanya berhenti di tingkat akademis, tetapi juga sukses diimplementasikan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas melalui langkah hilirisasi maupun komersialisasi.